LITERASI NUMERASI DI LINGKUNGAN MADRASAH IBTIDAIYAH

Literasi numerasi adalah kemampuan atau kecakapann dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menyerap informasi

 Literasi numerasi dibutuhkan dalam setiap aspek kegiatan, baik di rumah, sekolah atau lingkungan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari saat mengatur waktu, menentukan lama pekerjaan, berbelanja, merencanakan liburan atau kegiatan lainnya membutuhkan kemampuan literasi numerasi. Dengan kemampuan literasi numerasi, peserta didik akan mampu memecahkan permasalahan hidup yang berkaitan dengan matematika. Kemampuan yang terkait adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan, pengukuran, operasi hitung, geometri, data dan pola dan menginterpretasikan informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling peserta didik. Literasi numerasi berbeda dengan matematika.  Pengetahuan matematika hanya terpaku pada penyelesaian masalah dengan rumus atau pemahaman konsep semata. pengetahuan matematika saja tidak membuat seseorang memiliki kemampuan numerasi. Adapun kemampuan literasi numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi nyata sehari-hari. Memiliki kemampuan matematika saja tidak membuat seseorang memiliki kemampuan numerasi. Untuk memperkuat kecakapan numerasi bagi peserta didik, perlu ditingkatkan kegiatankegiatan yang sarat dengan muatan numerasi. 

Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi numerasi juga mencakup kemampuan untuk menerjemahkan informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Singkatnya, literasi numerasi adalah kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan percaya diri di seluruh aspek kehidupan. Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi riil sehari-hari. Sebagai contoh, seorang peserta didik belajar bagaimana membagi bilangan bulat dengan bilangan bulat lainnya. Ketika bilangan yang pertama tidak habis dibagi, maka akan ada sisa. Biasanya peserta didik diajarkan untuk menuliskan hasil bagi dengan sisa, lalu mereka juga belajar menyatakan hasil bagi dalam bentuk desimal. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, hasil bagi yang presisi (dengan desimal) sering kali tidak diperlukan sehingga sering kali dilakukan pembulatan. 

Numerasi erat dengan kehidupan sehari-hari. Anak membutuhkan kompetensi literasi numerasi untuk memecahkan masalah dalam kehidupan mereka. Tujuan mempelajari literasi numerasi bagi peserta didik adalah sebagai berikut:

a. Mengasah dan menguatkan pengetahuan dan keterampilan numerasi peserta didik dalam menginterpretasikan angka, data, tabel, grafik, dan diagram.

b. Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan literasi numerasi untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pertimbangan yang logis.

c. Membentuk dan menguatkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengelola kekayaan sumber daya alam (SDA) hingga mampu bersaing serta berkolaborasi dengan bangsa lain untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara.

Adapun manfaat mempelajari literasi numerasi bagi peserta didik adalah sebagai berikut.

a. Peserta didik memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kegiatan yang baik.

b. Peserta didik mampu melakukan perhitungan dan penafsiran terhadap data yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.

c. Peserta didik mampu mengambil keputusan yang tepat di dalam setiap aspek kehidupannya. 


category/Artikel

#Teknologi
SHARE :
AGENDA
LINK TERKAIT